Resensi Novel Ayah



Novel Ayah


Judul Buku: Ayah

Penulis: Andrea Hirata

Tebal Buku: 412 halaman

Penerbit: Bentang Pustaka, Yogyakarta

Tahun Terbit: 2015


Sinopsis


Novel karya Andrea Hirata ini merupakan trilogi dari novel karya beliau yang berjudul Laskar Pelangi. Latar cerita tersebut di Belitong. Novel ini menceritakan kisah 4 orang sahabat yaitu Sabari, Ukun, Tamat dan Toharun. Di dalam novel ini, Andrea Hirata mencoba mengisahkan kehidupan sehari-hari keempat sahabat tersebut.


Tokoh di dalam novel Ayah ini memiliki sifat yang unik seperti pada Laskar Pelangi. Mereka naif dan polos namun juga cerdas. Di dalam novel itu, Sabari mencintai gadis bernama Lena. Namun, gadis itu tidak peduli dengannya. Ia sering menuliskan puisi di mading sekolah dan Lena pun sering membalasnya.


Saat Sabari dewasa, Ia mendengar kabar bahwa Lena hamil di luar nikah. Ia pun rela menikahinya untuk menjaga nama baik keluarga Markoni, tempat Ia bekerja. Setelah anaknya lahir, Ia memberikan nama Zorro. Ia sangat menyayangi anaknya dan selalu memikirkan rencana yang akan dilakukan saat anaknya sudah dewasa.


Namun, Lena tidak ingin tinggal bersama Sabari dan Zorro anaknya. Lalu, Lenna bercerai dan menikah sampai tiga kali. Suatu hari, Zorro diambil oleh Lena. Hal ini menyebabkan Sabari seperti orang gila.


Kelebihan


Cerita dikemas menarik dan setiap babnya pendek sehingga pembaca tidak mudah capek ketika membaca ceritanya. Cerita di dalam novel ini didominasi oleh percintaan dan persahabatan. Gaya bahasanya kompleks sehingga sangat mudah dimengerti oleh pembaca dari berbagai kalangan.


Kekurangan


Dijumpai beberapa cerita yang tidak sesuai dengan tema sehingga ceritanya menjadi sumbang. 



Fadhil Zaidhan F.

XI MIPA 2

Tidak ada komentar:

Posting Komentar